PENETAPAN HARGA TRANSFER dan PERPAJAKAN INTERNASIONAL

BAB 6

PENETAPAN HARGA TRANSFER dan PERPAJAKAN INTERNASIONAL

 

 

  • Faktor pajak dan mata uang memiliki pengaruh besar terhadap keputusan investasi, bentuk organisasi, sumber pendanaan, kapan/dimana pengakuan pendapatan/beban, dan harga transfer.
  • Penetapan harga transfer berperan untuk meminimalkan pajak perusahaan nasional, tetapi juga harus mempertimbangkan konteks perencanaan dan kontrol strategis.
  1. A.                DEFINISI PERENCANAAN PAJAK
  • Pertimbangan Organisasi
  • Perusahaan LN yang dikendalikan dan Laba Subbagian F
  • Induk Perusahaan di LN
  • Perusahaan Penjualan LN
  • Keputusan Pendanaan
  • Lokasi dan Penentuan Harga Transfer
  1. B.                 PENENTUAN HARGA TRANSFER INTERNASIONAL VARIABEL yang RUMIT
    1. Faktor Pajak
    2. Faktor Tarif
    3. Faktor Daya Saing
    4. Resiko Lingkungan
    5. Faktor Evaluasi Kinerja
    6. Kontribusi Akuntansi
    7. C.                METODOLOGI PENENTUAN HARGA TRANSFER
      1. Harga vs Biaya vs…..?
      2. Prinsip Harga Wajar
      3. Metode Harga Tidak Terkontrol yang Setara
      4. Metode Transaksi Tidak Terkontrol yang Setara
      5. Metode Harga Jual Kembali
      6. Metode Penentuan Biaya Plus
      7. Metode Laba Sebanding
      8. Metode Pemisahan Laba
      9. Metode Penentuan Harga Lainnya
      10. Perjanjian Penentuan Harga Lajutan
      11. D.                PRAKTIK HARGA TRANSFER

Banyak faktor yang mempengaruhi harga transfer. Tetapi harga transfer memiliki 3 (tiga) tujuan utama, yaitu: 

  1. Mengelola beban pajak (dominan)
  2. Penggunaan operasional transfer pricing (mempertahankan posisi daya saing perusahaan, mempromosikan evaluasi kinerja, memberi motivasi kepada karyawan, mengelola inflasi)
  3. Mengelola resiko nilai tukar asing dan menghilangkan pembatasan atas transfer kas relatif

 

MANAJEMEN RESIKO KEUANGAN

BAB 6

MANAJEMEN RESIKO KEUANGAN

 

 

  1. A.                HAL MENDASAR MANAJEMEN RESIKO

            Tujuan utama manajemen resiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas.

            Untuk itu kita memerlukan pengetahuan tentang:

  1. Resiko pasar
  2. Resiko likuiditas
  3. Diskontinuitas pasar
  4. Resiko kredit
  5. Resiko regulasi
  6. Resiko pajak
  7. Resiko akuntansi
  8. B.                 MENGAPA MENGELOLA RESIKO KEUANGAN

            Mengendalikan resiko keuangan dapat meningkatkan nilai perusahaan, karena investor menyukasi manajer keuangan yang mampu mengidentifikasi dan mengelola resiko pasar.

            Stabilitas aliran kas bisa meminimalkan kejutan laba, sehingga ekspektasi arus kas naik. Stabilitas laba mengurangi resiko gagal bayar & kebangkrutan.

  1. C.                PERANAN AKUNTANSI

Manajemen Resiko di Dunia dengan Kurs Mengambang

  1. Antisipasi pergerakan kurs
  2. Pengukuran resiko kurs valuta asing
  3. Perancangan strategi perlindungan
  4. Pembuatan sistem pengendalian manajemen resiko internal

Manajemen Potensi Resiko

  1. Potensi resiko translasi
  2. Potensi resiko transaksi
  3. Potensi resiko akuntansi vs ekonomi

 

Strategi Perlindungan

  1. Lindung Nilai Neraca
  2. Lindung Nilai Operasional

PERENCANAAN dan KENDALI MANAJEMEN

BAB 10

PERENCANAAN DAN KENDALI MANAJEMEN

 

 

  1. A.                ALAT PERENCANAAN

            Dalam identifikasi faktor yang relevan di masa depan, analisis lingkungan eksternal dan internal sangat membantu perusahaan untuk mengenali tantangan dan kesempatan.

  • Analisis SWOT

STRENGTH                           WEAKNESSES

                         Oppoturnities                               Trhreats

            Akuntan membantu memberikan data yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan perencanaan strategis. Informasi juga bisa berasal dari sumber selain catatan akuntansi.

  1. B.                 PENGANGGARAN MODAL

            Investasi luar merupakan keputusan yang strategis dan penuh resiko. Oleh karena itu perencanaan formal harus dilakukan, seperti dengan membuat Capital Budgeting + C/B Analysis.

            Dalam lingkungan internasional, perencanaan investasi tidaklah sederhana karena harus mempertimbangkan, perbedaan sistem hukum, sistem akuntansi, laju inflasi, resiko nasioanal, mata uang dan segmentasi pasar.

  1. C.                MENGUKUR EKSPEKTASI PENGEMBALIAN

Mengukur ekspektasi arus kas sungguh cukup menantang, sehingga manajer keuangan harus memiliki gambar tentang proyeksi arus kas.

  1. D.                EVALUASI KINERJA OPERASI LUAR NEGERI

Mengevaluasi kinerja memungkinkan top management untuk:

  1. Mempertimbangkan profitabilitas
  2. Menentukan kinerja area
  3. Alokasi sumberdaya
  4. Evaluasi kinerja manajemen
  5. Memastikan konsistensi perilaku manajemen

 

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL

BAB 9

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL

 

 

  1. A.    PELUANG dan TANTANGAN ANALISIS LINTAS BATAS
  • Analisis keuangan lintas batas mencakup berbagai wilayah yurisdiksi, Sejumlah negara berbeda dalam praktek, kualitas Pengungkapan, sistem hukum/UU, cara, sifat dan resiko usaha.
  • Kualitas informasi berhubungan erat dengan kredibilitas perusahaan Sehingga banyak negara berupaya keras memperbaiki ketersediaan dan kualitas informasi mengenai perusahaan publik.
  • Globalisasi pasar modal, kemajuan IT dan kompetisi, bursa efek, dan peningkatan kegiatan perdagangan merupakan kekuatan untuk memperbaiki praktek pelaporan keuangan perusahaan.
  • Globalisasi mendorong analisis domestik semakin kurang relevan. Ketergantungan satu sama lain semakin tinggi dan tidak ada perusahaan yang bisa menghindar dari peristiwa global.

B .       ANALISIS KEUANGAN INTERNASIONAL

  • Analisis Rsio
  • Analisis Arus Kas
  • Mekanisme untuk Mengatasi
  1. C.                ANALISIS PROSPEKTIF INTERNASIONAL

Mencakup dua tahap, yaitu :   1. Peramalan

2. Penilaian

HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

 

 

n    Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan kompatibel (kesesuaian) praktek akuntansi yang berasal dari berbagai negara.

n    Harmonisasi akuntansi mencakup :

  1. Standar akuntansi (pengukuran dan pengungkapan)
  2. Pengungkapan oleh perusahaan publik tentang penawaran surat berharga dan pencatatan di bursa efek.
  3. Standar audit.
  4. A.                SURVEI HARMONISASI INTERNASIONAL
    1. Keuntungan harmonisasi internasional.
    2. Kritik atas standar internasional.
    3. Rekonsiliasi dan pengakuan bersama.
    4. Penerapan standar internasiona.
    5. B.                 ORGANISASI INTERNASIONAL PENDORONG HARMONISASI AKUNTANSI
      1. International Accounting Standard Board (IASB).
      2. Komisi Uni Eropa (EU).
      3. Organisasi International Komisi Pasar Modal (IOSCO).
      4. International Federation of Accountant (IFAC).
      5. Kelompok kerja ahli pemerintah PBB dalam ISAR dan UNTACD.
      6. Kelompok kerja dalam OECD.
      7. C.                     BADAN STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL

Tujuan International Accounting Standard Board – IASB (dahulu IASC):

  1. Mengembangkan standar akuntansi global.
  2. Mendorong penggunaan dan penerapan standar.
  3. Membawa konvergensi standar akuntansi nasional dan internasional.

 

 

PELAPORAN KEUANGAN dan PERUBAHAN HARGA

PELAPORAN KEUANGAN dan PERUBAHAN HARGA

 

 

  1. A.                LAP. KEUANGAN dan PERUBAHAN HARGA

Selama periode inflasi, Lap. Keuangan bisa menyesatkan.

Nilai aktiva rendah           beban rendah           laba tinggi, lalu akan berdampak pada pajak, deviden, gaji dan upah, dan kebijakan perusahaan.

Ketidakakuratan ini akan mendistorsi :

  1. Proyeksi keuangan
  2. Anggaran
  3. kinerja
  4. B.                 JENIS PENYESUAIAN INFLASI
  • Penyesuaian tingkat harga umum   : – Indeks harga

–  Penggunaan indeks harga

–  Objek penyesuaian tingkat harga umum

  • Penyesuaian biaya kini                   : – Aktiva tetap nilai berdasarkan biaya kini

–  Laba adalah resources yang bisa didistribusikan dalam suatu periode.

  1. C.                BADAN STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL
    1. International Accounting Standards Board (IASB) menyatakan dalam International Accounting Standards (IAS) 29 tentang Pelaporan Keuangan dalam Perekonomian Hiperinflasi.
    2. Perusahaan yang melakukan pelaporan harus mengungkapkan: Fakta, Kerangka dasar penilaian aktiva, Identitas dan tingkat indeks harga, dan Keuntungan/kerugian moneter.
    3. D.                ISU-ISU TENTANG INFLASI
      1. Perlakuan keuntungan dan kerugian inflasi.
      2. Keuntungan dan kerugian kepemilikan.
      3. Akuntansi untuk inflasi di luar negeri.
      4. Menghindari kejatuhan ganda.

TRANSLASI MATA UANG ASING

BAB 6

TRANSLASI MATA UANG ASING

 

  1. A.                LATAR BELAKANG dan TERMINOLOGI

            Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter. Translasi diperlukan untuk mempertahankan catatan akuntansi dalam mata uang perusahaan pelapor. Dalam translasi tidak ada pertukaran fisik dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukan konversi.

            Pasar uang merupakan tempat jual-beli mata uang negara-negara dagang utama. Tempat inilah yang menjadi tempat transaksi perdagangan, transfer pembayaran kredit, dan pengiriman barang sehingga para pelaku bisnis terlindung dari resiko ketidakstabilan nilai tukar.

  1. B.                 ISTILAH TRANSAKSI MATA UANG ASING

–       Atribut

–       Konversi

–       Diskonto

–       Posisi aktiva bersih beresiko

–       Mata uang asing

–       Kurs spot

–       Kurs historis

–       Unit pengukuran

–       Mata uang lokal

–       Mata uang fungsional

–       Operasi luar negeri

–       Pos-pos moneter

  1. C.                PENGARUH ALTERNATIF KURS TRANSLASI terhadap L/K

            Penggunaan kurs nilai tukar historis melindungi L/K dari keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing.

 

 

 

 

 

  1. D.                PERKEMBANGAN AKUNTANSI TRANSLASI
  • Sebelum 1967

Praktek akuntansi perusahaan AS dipandu oleh Accounting Research Bulletin (ARB) No. 4 yang kemudian terbit kembali sebagai Bab 12 ARB No. 43.

  • 1965 – 1975

Menurut ARB No. 43, persediaan boleh ditranslasi dengan kurs historis, Hutang jangka panjang ditranslasi dengan kurs kini. Accounting Board Opinion No. 6 tahun 1965 membolehkan mentranslasi hutang piutang dengan kurs kini.

  • 1975 – 1981

Untuk mengakhiri polemik translasi, FASB mengeluarkan FAS No. 8 tahun 1975 yang mengharuskan menggunakan translasi temporal dan keuntungan/kerugian translasi dan transaksi harus diakui sebagai laba/rugi selama periode perubahan nilai tukar.

  • 1981 – Kini

FASB mengundang komentar publik yang tidak puas atas FAS No. 8. Akhirnya terbitlah Statement of Financial Accounting Standards No. 52 tahun 1981.

PELAPORAN dan PENGUNGKAPAN

BAB 5

PELAPORAN dan PENGUNGKAPAN

 

 A.                PRAKTIK PELAPORAN dan PENGUNGKAPAN

    1. Pengungkapan Informasi yang Melihat Masa Depan.
    2. Pengungkapan Segmen.
    3. Laporan Arus Kas dan Arus Dana.
    4. Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial.
    5. Pengungkapan Khusus Bagi Pengguna L/K Non-Domestik dan atas Prinsip yang        Digunakan.
    6. Pengungkapan Tata Kelola Perusahaan.
    7. Pengungkapan dan Pelaporan Bisnis Melalui Internet.

 

  1. B.     PENGUNGKAPAN LAPORAN TAHUNAN di NEGARA-NEGARA PASAR BERKEMBANG

            Pengungkapan laporan tahunan perusahaan perusahaan di negara berkembang secara umum kurang ekstensif dan kurang kredibel, hingga terjadi krisis ekonomi tahun 1997.

            Studi tahun 1990-an tingkat Pengungkapan dan kualitas laporan negara berkembang lebih rendah dibadingkan negara maju.

 

 

 

 

KOMPARATIF AKUNTANSI

BAB 3

KOMPARATIF AKUNTANSI

 

  1. A.                STANDAR AKUNTANSI dan PENETAPAN STANDAR

Alasan utama perbedaan praktek akuntansi dengan standar :

  1. Hukuman terhadap ketidakpatuhan terhadap ketentuan akuntansi lemah dan tidak efektif.
  2. Perusahaan boleh melaporkan informasi lebih banyak dari yang seharusnya.
  3. Beberapa negara memperbolehan perusahaan mengabaikan standar akuntansi jika operasi dan posisi keuangan tersaji lebih baik.
  4. Beberapa negara, standar akuntansi hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan, bukan laporan konsolidasi.
  5. B.        SISTEM AKUNTANSI di NEGARA MAJU

1.    Sistem Akuntansi Nasional – Negara Perancis

       Standar akuntansi disebut Kode akuntansi nasional (plan comptable code), yang memuat; tujuan & prinsip, pos perkiraan utama, pengakuan dan penilaian, daftar akun, dan laporan keuangan (L/K).

2.    Sistem Akuntansi Nasional – Negara Jerman

       Menggunakan dasar UU Akuntansi Komprehensif 19 Des 1985 yang isinya :

  • Integrasi akuntansi, L/K, pengungkapan dan auditing,
  • UU ini sama dengan Hukum Komersial Jerman (HGB),
  • Dasar utama, konsep dan praktek di Eropa. 

3.    Sistem Akuntansi Nasional – Negara Jepang

       Akuntansi dan L/K Jepang mencerminkan gabungan domestik dan internasional. Perusahaan-perusahaan Jepang kepemilikanya saling bertautan hingga menghasilkan kongklomerasi (keiretsu).

  1. Sistem Akuntansi Nasional – Negara Belanda

Aturan akuntansi & L/K Belanda relatif fleksibel, tapi standar praktek tinggi, sehingga akuntan Belanda sangat disegani. Belanda juga pendukung standar akuntansi internasional & pernyataan  IASB.

 

 

  1. Sistem Akuntansi Nasional – Negara Inggris

Inggris adalah negara pertama di dunia yang mengembangkan profesi akuntansi. Praktek dan pemikiran akuntan profesional Inggris di ekspor ke Australia, AS dan negara-negara bekas jajahan.

  1. Sistem Akuntansi Nasional – AS

Akuntansi AS diatur oleh FSAB bersama SEC menetapkan standar. Hingga tahun 2002, AICPA menetapkan standar auditing dan PCAOB mengatur audit dan auditor perusahaan publik.

 

 

PERKEMBANGAN dan KLASIFIKASI

BAB 2

PERKEMBANGAN dan KLASIFIKASI

 

  1. A.                PERKEMBANGAN AKUNTANSI INTERNASIONAL
    1. Standar dan praktek akuntansi masing-masing negara merupakan hasil interaksi faktor ekonomi, sejarah, kelembagaan dan budaya.
    2. Faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan akuntansi antara lain :
  • Sumber Pendanaan                             
  • Sistem Hukum
  • Perpajakan
  • Ikatan Politik dan Ekonomi
  • Inflasi
  • Tingkat Perkembangan Ekonomi
  • Tingkat Pendidikan
  • Budaya
  1. B.                 KLASIFIKASI

Klasifikasi dapat dilakukan dengan cara :

  • Dengan pertimbangan
  • Secara empiris
  1. C.                PENDEKATAN terhadap PERKEMBANGAN AKUNTANSI
  • Pendekatan Makro-Ekonomi
  • Pendekatan Mikro-Ekonomi
  • Pendekatan Independen
  • Pendekatan yang Seragam

 

« Older entries